Sewa Mobil Jakarta | Selama ini mayoritas pemilik mobil hanya mengenal ban symmetric atau ban yang memiliki pattern sejenis di antara kedua sisinya. Namun kini teknologi ban telah berkembang pesat. Setelah ban simetris dengan rotasi, kini desain asymmetric mulai diperkenalkan oleh beberapa ATPM.
Ban symmetric tanpa rotasi, membuat pemilik mobil dapat lebih fleksibel untuk memposisikan ban di kendaraan. Terutama ketika ban kendaraan mengalami kempes di tengah perjalanan. Tanpa perlu pusing memikirkan posisi ban cadangan model full size yang tepat, pemilik mobil dapat langsung menggantinya dengan aman.
Sedangkan ban symmetric dengan rotasi hadir sebagai ban high performance. Tak heran bila tipe ini sering dijumpai sebagai ban pengganti oleh produsen ban atau dengan kata lain tak masuk jalur produksi sebagai ban standar kendaraan baru (OEM).
Perlakuan untuk penggantian ban pun sedikit lebih rumit. Lantaran desain kembangan ban bertipe rotasi, jelas tak dapat dipasang terbalik. Bila dipaksakan, tentu akan membahayakan pengendara mobil tersebut saat melintas di jalan basah. Karena disaat melintasi jalan basah, daya cengkeraman ban menjadi berkurang. Hal ini juga menjadi perhatian trisanggaraya.com sebagai perusahaan yang bergerak dibidang transportasi seperti sewa mobil jakarta.
Desain asymmetric
Suzuki menjadi salah satu contoh ATPM yang telah menerapkan ban asymmetric sebagai ban standar di mobilnya, yaitu SX4 Crossover. Ban dengan desain berbeda diantara kedua sisinya ini memiliki kelebihan dalam hal performa di jalan basah dan pengendalian, namun lebih hening ketika dibandingkan dengan ban high performance dengan rotasi.
Desain seperti ini, mengharuskan pemasangan ban ke pelek menjadi proritas. Pasalnya, ban asymmetric memiliki kontruksi dinding ban (side wall) yang berbeda antara bagian luar dan dalam. Hal ini bertujuan agar keseimbangan ban tetap baik di antara kedua sisi akibat perbedaan desain pattern ban. Untuk itulah, indikator outside dan inside menjadi acuan dalam memasang ban di pelek.
“Hal inilah yang menjadi kendala bagi penjualan ban asymmetric di Indonesia. Bila keausan ban tidak merata, maka pemilik mobil tidak dapat menukar ban ke sisi lainnya. Untuk itulah, proses spooring wajib mendapat perhatian lebih untuk tipe ban seperti ini,” papar Zulpata Zainal, Tire Evaluation & OE PT Bridgestone Tire Indonesia.
Kelebihan lainnya, ban jenis ini memiliki keunggulan dalam hal safety. Sisi bagian dalam ban akan lebih banyak membuang air ketimbang sisi luar. Ini bertujuan agar cipratan air yang dihasilkan, tak membahayakan pengendara lain dari arah berlawanan.
Selain itu, daya cengkeram ban diantara kedua sisi yang berbeda akan membantu proses pengereman di jalan basah. Perbedaan ini dihasikan dari desain pattern yang berbeda. Dampaknya, mobil akan cenderung bergerak lurus ketika proses pengereman berlangsung. Ini jelas memberikan kemudahan dalam pengendalian. Sehingga keselamatan menjadi prioritas setiap pengendara baik pada saat sendiri terlebih disaat membawa penumpang dari rental mobil jakarta.
Pun saat bermanuver cepat. Perbedaan grip pada satu ban, membuat beban yang diterima roda menjadi lebih merata. Hal ini jelas memberi efek positif ketika kendaraan menikung cepat.