Rental Mobil Jakarta – Idealnya, pemilik mobil memang harus disiplin mengikuti buku petunjuk dari pabrik untuk interval penggantian pelumas. Tapi, untuk urusan oli transmisi otomatis, tak selamanya harus dan secara saklek mesti menuruti prosedur buku manual.
Hal itu berdasarkan pengalaman Ricky Ricardo dari bengkel Ricardo Matic, spesialis transmisi otomatis di Jakarta. Kebanyakan buku petunjuk perawatan mobil dari ATPM, menganjurkan penggantian oli transmisi otomatis setiap 40.000 km. Bahkan ada yang mengklaim oli matik tak perlu diganti karena dianggap lifetime.
Melihat situasi seperti ini, memang tak bisa hanya menyalahkan ATPM. Sebab pada umumnya mobil dirancang untuk berumur tidak lebih dari lima tahun seperti halnya yang diterapkan di Singapura atau di Jepang. Mobil yang berumur 5 tahun telah dianggap sampah. Tidak masalah bagi mereka untuk tidak mengganti oli.
Kalau di Indonesia, umumnya mobil diharapkan bisa berumur puluhan tahun. Masalahnya, bagaimana transmisi otomatis bisa berumur puluhan tahun kalau olinya saja jarang diganti? Sekitar 85% kerusakan transmisi otomatis disebabkan penggantian oli yang tak sesuai pemakaian atau terlalu menuruti anjuran pabrik. Sebenarnya asalkan rutin dan rajin dalam penggantian oli serta dilakukan servis, maka mobil seharusnya masih layak dan bisa berumur panjang seperti yang dilakukan oleh sewa mobil jakarta yang selalu menjaga performa mobil dengan secara berkala dilakukan servis dan ganti oli sehingga bisa membuat pelanggan trisanggaraya.com merasa aman dan nyaman.
Kasusnya banyak. Ia mencontohkan Honda Civic 2000 yang baru berjarak tempuh 52.826 km tapi transmisi otomatisnya sudah jebol. Kalau sudah begini tentu perbaikannya menguras kocek. Honda Civic mencapai Rp 10 jutaan. Bisa lebih mahal apabila dilakukan di bengkel resmi, soalnya harus mengganti satu set transmisi.
Indikasi transmisi otomatis bermasalah, biasanya dimulai dari lambatnya reaksi sewaktu tuas digeser ke posisi ‘D’. Lalu perpindahan mulai jauh dan kasar serta sulit untuk mundur. Kalau sudah begini, yang harus diganti adalah plat kopling dan kampas-kampas lain.
Tidak ketinggalan penggantian paking set. Biasanya pelat kopling akan habis dan hangus berwarna hitam. Begitu juga olinya, lebih hitam pekat dibanding baru yang warna merah.
Kalau Anda mau awet, sebaiknya gantilah oli matik yang ada di karter oli setiap 5.000 km. Toh jumlahnya hanya sekitar 2,4 liter. Lalu setiap 20.000 km harus dilakukan pengurasan oli matik disertai membersihkan filter yang terbuat dari kawat kasa. Apabila filter dari kertas, saran dari rental mobil jakarta adalah sebaiknya ganti. Untuk transmisi otomatis non komputer, gunakan oli ATF Dextron II/III. Sementara yang dilengkapi komputer, sebaiknya pakai Dextron III yang full Synthetic. Ini untuk menjaga keawetan solenoid-solenoid yang ada di matik komputer. Karena oli sintetik tak menghantarkan arus listrik.
Pada saat mengganti oli matik sebaiknya menggunakan spesifikasinya sama atau lebih tinggi. Jadi kalau spesifikasinya Dextron III, jangan diganti dengan Dextron II. Masalah oli dari merek berbeda, tidak masalah. Karena oli matik sifatnya netral. Lebih diperhatikan tingkat viskositasnya.
[...] Pada jenis mobil dengan transmisi seperti ini biasanya minyak pelumas yang dipakai jenisnya Automatic Transmission Fluid (ATF) kelas ekonomi, namun jika menginginkan kinerja transmisi yang lebih baik, maka bisa diganti dengan [...]